SINOPSIS Selamanya Cinta Episode 169 SCTV

SINOPSIS Selamanya Cinta SCTV Episode 169

Episode dimulai dengan pandit meminta mereka untuk memulai puja.

Vividha melihat gelembung-gelembung sabun dan berpikir.

Suman bertanya ke mana kau pergi, puja masih terjadi.

Ravish khawatir.

Sujata melihat Atharv bermain dengan gelembung.

Dia membawa idola dan bertanya pada Atharv mengapa dia pergi, ikut denganku, kita akan pergi dan duduk di suatu tempat.

Atharv mengatakan : aku sangat bahagia, lihat.

Dia bilang :aku sangat lelah, ikut denganku.

Dia memintanya untuk duduk di sini.

Dia pergi.

Dia khawatir dan berteriak Atharv.

Pandit meminta Vividha untuk menjaga tangannya di tangan Ravish.

Ravish dan Vividha melakukan ritual dan berdoa.

Pandit mengatakan : semua wanita suhagan dapat berdoa untuk kebohongan panjang suaminya.

Ravish melihat Vividha.

Yaad me tere diputar...

Vividha menutup ya dan berdoa.

Atharv membeli balon.

Sujata berhenti Atharv dan meminta dia untuk tidak mengambil apa saja tanpa bertanya kepada vendor.

Dia melihat pistol mainan dan mengambilnya.

Dia bilang :aku ingin senjata ini.

Pria itu bertanya pada Atharv apakah dia marah, baiklah mengambilnya.

Sujata mengatakan : tidak, dia tidak marah, berapa biayanya.

Dia membeli pistol itu.

Atharv memainkan.

Dia tersenyum melihat dia bahagia.

Suman meminta mereka untuk berdoa, dia akan datang.

Ravish mengatakan : aku harus membuat panggilan imp dan pergi.

Dia memanggil Situram dan bertanya apakah kau tahu, tidak aku tidak bisa datang, aku harus bersama keluarga di bait suci, kau tidak berhenti menemukan mereka, mereka tidak akan pergi jauh.

Sujata menyuruh Atharv duduk dan memintanya untuk tidak pergi.

Dia pergi lagi.

Dia berteriak Atharv dan pergi untuk menghentikannya.

Dia berlari dan bertabrakan dengan Suman.

Suman berbalik untuk melihatnya.

Sujata melihat Suman dan terkejut.

Dia tegang dan berbalik.

Suman berbalik dan tidak melihat Sujata.

Sujata berpikir jika Suman ada di sini, Ravish akan ada, aku harus menemukan Atharv.

Vividha tidak melihat Atharv.

Sujata membawa Atharv bersamanya.

Vividha berbalik dan tidak melihat mereka.

Sujata melihat keluarga dan kekhawatiran Suman.

Atharv mengatakan : pistol aku jatuh.

Sujata mengatakan : berdiri di sini, aku akan bersenang-senang, jangan pergi.

Dia berlari untuk mengambil pistol mainan dan mengambilnya.

Sujata pergi.

Vividha berbalik ke sisinya dan mulai berpikir.

Sujata bilang :aku punya pistol, datang sekarang.

Ravish bertanya apakah kau menemukan mereka dengan baik, temukan mereka.

Dia melihat idola Krishna Sujata.

Suman datang ke Ravish dan bertanya apa yang kau lakukan di sini.

Ravish berbohong bahwa dia akan bertemu dengan teman lamanya dan datang, dan meminta mereka untuk pulang.

Suman meminta Vividha untuk menunggu Ravish, dia mendapatkan teman lamanya, kita akan pergi.

Vividha mengatakan : tidak, aku akan ikut.

Suman mengatakan : datang dengan Ravish, kau akan mendapatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama.

Mereka pergi.

Atharv bertanya di mana toko permen.

Sujata mengatakan : toko akan datang, kami akan mengambil Murari idola terlebih dahulu.

Dia mengambil idola dan terkejut melihat Ravish.

Ravish bertanya mengapa kau melarikan diri, apa yang terjadi.

Beberapa wanita menyapa Ravish dan mengatakan : kau di sini, aku pikir istri kau menjadikan seorang tentara sebagai penyembah.

Ravish bilang :aku punya pekerjaan, aku akan menemuimu nanti.

Dia berbalik dan melihat Sujata dan Atharv pergi.

Senjata Atharv jatuh.

Dia kembali untuk mengambilnya.

Ravish berlari untuk mencarinya.

Dia menyebut Situram.

Sujata khawatir melihat Ravish dan memikirkan kata-kata Ravish.

Dia pikir dia seharusnya tidak mempercayai Ravish.

Dia membawa Atharv pergi.

Atharv mengatakan : mengapa kita berlari, aku akan memberikan pistol kepada kapten.

Dia mengatakan : tidak, kami bermain petak umpet dari kapten, jika kami bersembunyi, kami akan menang, kau ingin menang benar.

Dia bilang :ya.

Dia memintanya untuk datang dengan cepat.

Ravish mencari mereka.

Sujata menyebut Abdul paman dan mengatakan : sulit untuk mengelola Atharv, dia tidak sedang diam.

Atharv mengingat kata-kata Sujata.

Dia meminta paman apakah dia melihat pengacara.

Abdul paman mengatakan : aku akan mengirim pengacara ke sana, jangan khawatir.

Dia mengatakan : Ravish dan keluarganya ada di sini, mereka bisa melihat kita.

Atharv duduk di dalam kotak besar dan tertutup.

Pistol jatuh.

Atharv mengatakan : sekarang kapten tidak dapat menemukan aku, aku akan menang.

Abdul paman bilang :ya, percaya Tuhan, semuanya akan baik-baik saja.

Sujata melihat Atharv pergi dan khawatir.

Para pria mengangkat kotak dan mengatakan : ini adalah kotak yang sangat berat.

Sujata khawatir.

Precap:
Sujata bersembunyi dari Ravish.

Vividha datang ke sana.

Sujata melihat pada Ravish.

** Note Sinopsis dibuat berdasarkan Sinopsis 1 Episode Penayangan di India,,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel