Sinopsis Mohabbatein Antv 25 November 2016 Episode 118 Part 6 Adi dan Ruhi Terjebak Dalam Kebakaran 470
Sinopsis Mohabbatein Antv 25 November 2016 Episode 118 Part 6
Adi dan Ruhi Terjebak Dalam Kebakaran
470
Abhishek meminta Ishita untuk menelpon Shagun dan Raman pergi dengan Abhishek.
Shagun : mengapa Ishita menelpon aku, dia bisa tahu.
Shagun mengabaikan teleponnya.
Mihir : aku akan memanggil telepon rumahku.
Mihir : dia tidak menjawab.
Ishita : siapa tahu dia mengambil anak-anak.
Mihir : mungkin dia sedang tidur atau tidak di rumah.
Ishita : mungkin dia telah melihat sesuatu setelah bertemu Adi, aku akan menemuinya.
Mihir dan Ishita pergi ke rumahnya dan tidak menemukan Shagun.
Ishita khawatir pada Shagun
Ishita : aku akan pulang, kita harus melihat apakah ada info lain.
Ishita meminta Mihir untuk memberitahu jika Shagun datang.
Mihir meminta Ishita untuk menelepon setelah sampai rumah.
Raman berbicara kepada Ishita.
Ishita : aku khawatir pada Shagun.
Raman meminta Ishita untuk terus memberikan updatenya.
Ishita bertanya kepada penjaga tentang Shagun.
Penjaga : dia telah naik taksi
Penjaga mengatakan nama apartemennya.
Ishita mengambil rinciannya.
Raman : Ishita datang ke rumah.
Shagun pergi untuk merebus susu.
Shagun : mengapa Ashok tidak meneleponku sampai sekarang.
Shagun menyalakan kompor dan mendapat telpon dari Ashok.
Shagun menjawab panggilannya dan bertanya tentang tiketnya.
Shagun : baik lah, aku akan pergi sekarang dan bertemu denganmu.
Raman berbicara kepada Romi.
Ayah Raman meminta Romi untuk menelpon Mihir dan bertanya padanya.
Shagun bertemu Ashok.
Ashok : ini tiketnya, bangunkan anak" , kau pulang, dan bawa mereka ke bandara.
Ashok meminta Shagun untuk tidak membuat kesalahan.
Shagun : aku tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Ashok : jangan khawatir, Raman tidak akan sampai Delhi sebelum pukul 6.
Shagun mengucapkan terima kasih dan pergi.
Abhishek menganalisis tentang kebohongan Shagun.
Raman : dia menipu aku, dan mengambil anak-anakku jauh dariku
Mereka terburu-buru untuk menghentikan Shagun.
Ruhi : Ibu Ishi..........
Ruhi menangis.
Aditya meminta Ruhi untuk tenang.
Aditya : kita akan pergi menemui Ibu Ishi.
Aditya memanggil Shagun dan Shagun tidak ada di rumah.
Aditya : Ruhi menangis
Aditya melihat Ruhi.
Aditya : ibu tidak di rumah.
Aditya mendapat telpon dari Raman.
Raman berbicara kepada Aditya dan bertanya di mana mereka.
Aditya : Ruhi bersamaku.
Ruhi : Ibu Shagun membawa kita di sini dan meninggalkan kita.
Raman : jangan khawatir, aku akan datang , Aditya dimana kalian.
Aditya mengatakan nama apartemennya.
Raman : kita akan kesana, kunci pintu, jangan biarkan ada yang datang, berjanji kau akan melindungi Ruhi.
Aditya berjanji melindungi ruhi.
Raman meminta Aditya untuk tidak membiarkan Shagun datang.
Aditya : mengapa.
Raman : Ikuti saja perintahku.
Aditya meminta Ruhi untuk tidak menangis.
Ruhi : kak Aditya jangan membuka pintu sampai Ayah datang.
Ishita : Mihir aku sampai ke sana sekarang.
Mihir : aku akan datang.
Ishita : tidak, aku sudah sampai.
Raman meminta Abhishek untuk mengemudi lebih cepat.
Ruhi : Ibu Shagun berbohong kepada kita, dia tidak memberitahu siapa pun.
Aditya menangis.
Aditya : ibu berbohong kepada kita juga.
Ruhi memeluk Aditya.
Ruhi : kapan Ayah akan datang.
Aditya : kau jangan menangis, kau berjanji tidak akan menangis, aku akan membuat cokelat panas untukmu, aku akan menjadi koki untukmu, bermain game di sini, aku akan segera datang.
Aditya : Ibuku benar-benar berbohong kepadaku.
Ishita berbicara kepada penjaga dan bertanya tentang Shagun, menunjukkan Fotonya.
Penjaga : aku tidak melihat dia.
Ishita bertanya kepada penjaga tentang daftar pengnjung.
Penjaga : ini sulit untuk tahu sekarang.
Ishita melihat Shagun dan Shagun menyembunyikan tiketnya.
Aditya pergi ke dapur, kompor sudah menyala.
Ishita : darimana kau, aku meneleponmu sejak lama, apa kau baik baik saja , Apa kau datang di pertunangan Simmi.?
Shagun diam.
Ishita : mari bekerja sama, aku tahu kau datang menemui Aditya, kau tahu semuanya, seseorang telah menculik mereka.
Ishita mendapat telepon dari nomor Shagun.
Ruhi : Ibu Ishi....
Shagun mengambil telponnya.
Shagun : mereka adalah anak-anakku, aku akan membawa mereka pergi darimu.
Ishita tertegun.
Aditya mencari korek api, dan menyalakan korek api tersebut.
Terjadi kebakaran dan ledakan terjadi.
Shagun dan Ishita terkejut melihatnya.
Apartemen terbakar
Diterjemahkan by : Ferentzk
Posting Komentar