Sinopsis Mohabbatein episode 71 part 2 tayaang 9 oktober 2016
Table of Contents
Raman sedang memikirkan perbuatannya yang tidak sopan pada Ishita
raman:“Apakah Ishita benar benar telah meninggalkan aku ?”
Raman kemudian keluar dari apartemennya menuju ke pelataran parkir sambil berteriak
raman:Ishita “Ishitaaa !!! Ishitaaa ! Ishitaaa !”
ketika Raman sudah sampai di pelataran parkir, Raman melihat Ishita datang ke pelataran parkir bersama Mani dengan mobilnya, Raman kembali terkejut karena lagi lagi dirinya melihat Mani, Raman berusaha mengontrol airmatanya yang hendak keluar dan mulai bertepuk tangan sambil menghampiri Ishita dan Mani,
Mani saat itu sedang memegang tangan Ishita dan memintanya untuk tidak cemas, mereka kaget ketika Raman muncul didepan mereka
raman: “Ayooo lanjutkan, kenapa kalian berhenti ? Aku tadi sedang mencari cari istriku seperti orang yang sinting tapi aku lupa kalau istriku mempunyai teman lama, hubungan persahabatan yang cukup lama itu sangat penting daripada hubungan suami dan istri, bagus juga bukan ?”
Tak lama kemudian sebuah mobil ambulans datang, Raman kaget ketika melihat Romi keluar dari mobil ambulans dan duduk di kursi roda, Raman segera menghampirinya dan bertanya pada Romi
raman: “Apa yang terjadi padamu ? Kamu mabuk lagi dan menciptakan masalah lagi ? Apakah kamu tidak punya rasa malu ?”
Ishita:“Raman, tenanglah, Romi baru saja mengalami kecelakaan”,
raman: “Aku sedang bicara dengannya, bukan denganmu !” sahut ishita: “Aku akan membawa Romi masuk ke dalam”
Raman : “Tidak ! Dia tidak pantas untuk itu”
Raman kemudian meminta perawat dari rumah sakit untuk mengantar Romi ke apartemen nomer 1, kemudian Romi dibawa oleh perawat tersebut masuk ke dalam apartemen, setelah Romi pergi, Raman langsung bertanya ke Mani
raaman: “Mani, bisakah kamu jelaskan padaku bagaimana bisa hubungan persahabatan kalian berdua bisa begitu kuat sehingga Ishita tidak bisa melihat apapun selain kamu, istriku tidak meminta bantuan pada suaminya sendiri tapi sahabatnya malah berada di sini malam ini”
mani: “Lebih baik aq pergi
Ishita memegang tangan Mani
ishita: “Tidak, Mani ,,, jangan pergi”
Raman melihat tangan mereka yang saling berpegangan, Raman semakin cemburu
ishita: “Kenapa kamu akan pergi, Mani ? Kamu telah membantuku cukup banyak, kamu menemukan Romi, kamu membawanya ke rumah sakit, itu sungguh sangat berarti banyak, kamu pasti sangat lelah, ayooo ikut denganku”,
mani:“Tidak, Ishu ,,, ini bukan saat yang tepat”
Mani mencoba menolak permintaan Ishita
ishita: “Jangan merasa tidak enak, ketika suamiku sedang mabuk, kamu datang untuk membantu Romi, ayoo ikutlah denganku, aku akan membuatkan kopi buatmu”
Raman menyela pembicaraan mereka
raman: “Iyaaa, kalian berdua pergilah dan minumlah kopi, tapi kenapa kamu tidak memegang tangannya sebelumnya ? aku tidak akan tinggal diam”
sambil mengangkat ke atas tangan Ishita dan Mani yang masih berpegangan erat “Mani, tetaplah menjadi seorang teman dan jangan masuk ke rumahku, ingat kamu itu hanya temannya tapi aku adalah suaminya, aku akan membunuhmu, kamu tahu itu !”
ishita: “Apakah kamu akan memutuskan dengan siapa aku akan berhubungan ? Kamu telah kehilangan hakmu, Raman ,,, ketika kamu bersikap seperti seekor binatang”
Raman : “Siapa yang telah membuat aku menjadi binatang ?”,
mani:“Tunggu sebentar, kamu ini salah paham, Raman” Mani menyela pembicaraan mereka
raman:“Aku sudah selesai !”,
“Raman, perlakukan Ishita dengan sopan” Mani mulai tidak suka dengan tingkah Raman
manii:“Apakah kamu akan mengajari aku sekarang ?”,
mani:“Tentu saja !”
raman: “Kamu seharusnya tidak bersama istri orang lain dimalam hari”
ishita:“Mani tidak pantas menerima ini”,
raman:“Iyaaa, seseorang yang aku cintai selalu saja menipuku, ini yang terakhir kali, tidak usah ditutup tutupi sekarang, aku bisa mengerti, hal ini pasti akan makan waktu”
Mani semakin heran dengan ucapan Raman
mani:“Raman, kamu salah sangka, aku dan Ishita hanya ,,,”,
ishita:“Sudah, Mani ,,, tidak usah berikan penjelasan apapun padanya, dia tidak mempunyai hak lagi untuk mendapatkan penjelasan dari kita, maaf Raman ,,, kamu telah kehilangan hakmu hari ini”
Raman hanya terdiam
ishita:“Mani, terima kasih, karena kamu telah membantu aku sebagai seorang teman, sekarang pulanglah karena aku akan mengurusi Raman”, mani: “Baiklah, Ishu”
kemudian Mani bergegas pergi dari sana, Ishita juga masuk ke apartemennya, sedangkan Raman merasa kesal
raman: “Mani kamu memang beruntung !”
Mani sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya sambil berfikir tentang Raman dan Ishita
mani:“Kenapa begitu banyak masalah yang terjadi antara Raman dan Ishita ? Ishita pasti akan terluka, mereka berdua sebenarnya saling mencintai satu sama lain tapi kenapa mereka saling menjauhkan diri satu sama lain ? Raman mempunyai banyak masalah tapi Ishita menyukainya, kenapa Ishita tidak mengatakan saja padanya kalau sebenarnya dia mencintai Raman ?”
Mani merasa bingung memikirkan Raman dan Ishita, Mani juga memikirkan ucapan Raman dan berkata
mani:“Mungkin Raman masih mencintai Shagun didalam hatinya, aku dengar kalau mereka saling mencintai satu sama lain dan sekarang Shagun bersama Ashok, jika Ashok bisa menghancurkan hubungan Raman dan Shagun maka Shagun pun juga bisa menciptakan masalah antara Ishu dan Raman”
Mani lalu memikirkan tentang ucapan Ashok ketika Ashok datang ke pesta dirumahnya
asok: “Aku harus membuat Shagun
menjauh dari kehidupanku”
ujar Ashok sambil mabuk
maani: “Aku harus bertemu dengan Ashok !”Keesokan harinya, Mani menemui Ashok dirumah Ashok,
mani: “Tuan Ashok Khana, kamu telah membawa permasalahan pribadimu ke dalam urusan bisnismu, kamu ini seorang pebisnis dan kamu bisa melihat keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan”
Mani lalu meminta Ashok untuk menikahi Shagun
ashok:“Sebelum kamu menanda tangani kontrak kerja sama denganku, aku ingin kamu menikahi Shagun, Ashok” maani: “Karena hal ini akan berimbas dan menyakiti Ishita dan Raman, mereka adalah temanku, kamu telah memainkan sebuah permainan yang melawan Raman dengan menggunakan Sarika dan aku juga telah memainkan sebuah permainan untuk Raman, karena dia memang pantas mendapatkannya"
Ashok terpana mendengar ucapan Mani
mani:"Aku telah melihat bagaimana kamu memperlakukan Shagun, dulu aku tidak peduli, untuk itulah aku diam saja tapi sekarang aku peduli, hentikan permainan ini tuan Ashok Khanna dan menjauhlah dari Ishita, dia orang yang sangat penting dalam hidupku”
Ashok semakin tertegun menatap kearah Mani
mani: ”Aku harap kita bisa mencapai kesepakatan dalam hal ini mengulurkan tangannya,
dengan berat hati akhirnya Ashok menjabat tangan Mani
ashok: Tentu saja !”,
mani: “Baiklah, aku akan menunggu undangan pernikahanmu, buatlah sebuah perayaan pernikahan yang mewah dan megah untuk Shagun”
Ashok tersenyum
ashok:“Iyaa tentu saja, pernikahan kami akan dibuat seperti yang disukai oleh dia dan kamu, tuan Abhi”,
mani: “Aku akan menyiapkan surat suratnya dan kamu bisa menikahi Shagun”
, kemudian Mani berlalu dari sana, Ashok benar benar merasa kesal
ashok: “Raman dan Ishita telah membuat hidupku setres, aku ingin melarikan diri dari pernikahan ini, temannya itu malah mengejarku, aku benar benarmembenci orang ini”
Di rumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla menangis sedih sambil merawat Romi dan menyalahkan Sarika
ayahnya raman: “Apa yang kamu katakan itu, Toshi ?”,
simi: “Ibu, tidak usah berlebihan” ibunya raman: “Mintalah pada pendeta untuk mencarikan seorang gadis untuk Romi segera”,
romi: “Aku mohon, aku tidak ingin menikah”
ibunyya raman: “Aku akan menampar kamu, Romi ,,, apakah ibu bertanya padamu apakah kamu mau menikah atau tidak ?”
dalam hati Simmi juga merasa kesal dan hendak memberikan pelajaran ke Sarika
Simmi akhirnya menemui Sarika dirumahnya, Simmi mulai memarahi
simi: Sarika “Aku tidak akan mengampuni kamu, Sarika ,,, kalau kamu masih saja mengejar ngejar Romi, jauhi Romi !”
Sarika :“Kamu ini benar benar telah buta, kamu selalu saja melindungi Parmeet dan Romi, dokter Ishita telah berbuat sangat banyak buat kamu, kalian semua pantas mendapatkan semua ini, aku melakukan ini untuk Romi karena Parmeet dan tuan Ashok merencanakan sesuatu dengan menggunakan aku dan mendapatkan posisi Raman”
Simmi tertegun mendengar ucapan Sarika
sarikka:“Dokter Ishita dan tuan Abhi yang melakukan ini semua, hanya untuk kakakmu, tuan Raman”
Simmi terkejut dan tak mampu bicara begitu mendengarnya, Simmi benar benar terkejut
Sementara itu Raman sedang bertanya pada Ishita
raman: “Siapa yang memberikan hak padamu agar Romi mau memberikan nama untuk bayinya Sarika ?”, ishita: “Perbaiki dirimu dulu, baru kemudian kamu bisa bicara denganku”
rumah Sarika, Sarika memberitahu Simmi kalau Parmeet telah menipunya dengan bantuan Ashok, Simmi terkulai lemas tidak percaya dan bergegas pergi dari sana sambil menangis, ketika Simmi sedang berada dijalan, Simmi teringat pada ucapan Parmeet yang menyuruhnya agar Romi melarikan diri dari rumah, Simmi juga teringat pada ucapan Ishita dulu kalau Parmeet telah melecehkan dirinya dan juga ucapan Raman yang mengatakan kalau Parmeet telah memanfaatkannya
simi: “Semua yang mereka katakan itu benar, Parmeet telah membuat aku menciptakan sebuah masalah besar, dia telah melibatkan aku dalam rencana jahatnya Ashok”
Simmi menangis
simi:“Tidak ! Parmeet tidak mungkin menipu aku tapi ,,, dia memiliki permusuhan dengan kak Raman dan dia juga bohong padaku, dia ingin Romi keluar dan Sarika membuat sebuah masalah disana”
Simmi: terima kasih, Ishita ,,, kamu telah melakukan semua ini untuk kakakku, aku harus mengatakannya pada kak Raman kalau Ishita telah melakukan semua ini untuknya, aku benar benar tidak menduga kalau posisi kak Raman akan berpengaruh dengan larinya Romi dan Parmeet telah bohong padaku, tidak ! Dia tidak mungkin melakukan hal ini, aku akan menelfonnya sekarang”
Simmi bergegas menelfon Parmeet, Simmi meminta Parmeet untuk mengatakan yang sebenarnya
simi:“Kenapa kamu memberikan saran padaku agar Romi melarikan diri ? Dengan begitu maka Ashok bisa membuat masalah dengan menggunakan Sarika dan menyalahkan kak Raman kan ?”,
parmet: “Tidak, bukan begitu, Simmi ,,, kamu pasti mendengarkan ucapan orang lain kan ?”
simi: “Iyaaa, aku memang sangat lugu yang selalu percaya padamu, katakan padaku yang sebenarnya, bersumpahlah demi Ananya, kamu menerima uang dari Shagun dan sekarang berkerja sama dengan Ashok kan ?”
Parmeet mencoba memperdaya Simmi
parmet: “Aku benar benar tidak berdaya, Simmi ,,, jadi aku bekerja disini, aku tidak tahu kalau Ashok telah merencanakan ini semua, aku hanya ingin membantu Romi,
simi: tidak ,,, kamu sudah berubah sekarang”
Simmi langsung menyela
simi: “Tidak, Parmeet ,,, aku selalu percaya sama kamu tapi jika kak Raman mendapat masalah, maka itu akan menjadi masalah bagi kami semua”,
parmet:“Jika Ashok menyebut namaku, aku akan membuat pelajaran dengannya setelah aku kembali nanti”
simi:“Pulanglah segera !”, “Aku merasa tidak berdaya tanpa kamu disini,
parmet:aku mencintaimu Simmu”
Parmeet merasa lega
parmet: “Untunglah, aku selamat"
sedangkan ditempat Simmi, Simmi masih bimbang
simi:“Parmeet memang tidak selalu benar, tapi Tuhan tidak membuat kepercayaanku hancur, untung saja kak Raman baik baik saja, aku harus meminta maaf padanya untuk Romi dan mengatakan padanya kalau Ashok lah yang membuat semua ini”
Dirumah keluarga Bhalla, ketika Ishita turun dari lantai atas dan Raman mengejarnya dibelakangnya untuk membahas soal Romi, rupanya Shagun datang ke apartemen mereka yang baru dan sudah menanti mereka dibawah untuk bertemu dengan Raman dan Ishita,
Shagun memberitahu mereka tentang pernikahan impiannya dengan Ashok dan Shagun ingin Ruhi ikut turut serta bersamanya dan mendatangi semua pesta pernikahan yang diadakan olehnya, Raman hanya terdiam memperhatikan Shagun, begitu pula Ishita
Simmi menemui Raman di kantornya dan memberitahu Raman tentang semuanya bagaimana Ashok telah merencanakan sesuatu padanya dan mereka semua telah salah
simi:“Kakak, Abhimanyu dan Ishita yang telah menyelamatkan posisimu sebagai kepala dewan pengusaha se - Asia”
Raman terkejut dan tidak percaya
raman:“Ishita ?”
Simmi mengangguk
raman: Kamu tahu, aku telah memarahinya, Simmi ,,, seharusnya kamu mengatakan padaku sebelumnya”
Raman mulai menyadari kalau dirinya telah salah menilai Ishita selama ini,
sedangkan Ashok sendiri sedang minum wine di kantornya
ashok: Aku harus menikahi Shagun untuk bisa mendapatkan kontrak ? Omong kosong apa ini ? Abhimayu memang sudah gila, posisi itu diberikan ke Raman dan Sarika menipuku pada detik terakhir”
Sementara itu Mihika yang masih berada dikantor sedang ngobrol sama Mihir via telfon, setelah selesai menelfon ketika Mihika bangun dan ketika hendak berjalan tiba tiba Mihika bertabrakan dengan temannya dan baju yang dikenakannya pun basah oleh kopi
teman:”Aduuuh, aku minta maaf”, mihika:“Tidak apa apa, aku bisa ganti, kebetulan aku bawa baju lagi”
temà n: “Baiklah, tapi lampu kamar mandi tidak menyala, kamu bisa ganti baju di ruang meeting”
mihika setuju dan pergi ke ruang tamu, begitu Mihika pergi, Ashok tersenyum senang dari balik ruang kerjanya, rupanya Ashok mendengar pembicaraan mereka
Mihika sudah masuk ke ruang meeting dan menguncinya dari dalam, saat itu Ashok mengikutinya dari belakang dan membuka ruang meeting itu dengan kunci yang dimilikinya, perlahan Ashok membuka pintu ruang meeting dan dilihatnya Mihika sudah melepas bajunya hingga kaos dalam Mihika terlihat jelas didepan mata Ashok, Ashok pun tidak berkedip menatap tubuh Mihika yang molek dan menggairahkan, Ashok sangat menikmati pemandangan didepannya ini sambil tersenyum senang,
Mihika sendiri tidak menyadari kalau dibelakangnya sudah ada Ashok yang siap menerkamnya, kemudian Ashok menutup pintu tersebut,
Mihika yang baru saja hendak mengenakan baju gantinya, kaget ketika mendengar suara pintu ditutup, Mihika segera berbalik dan dilihatnya Ashok sudah diberdiri didepan pintu sambil memperhatikan dirinya
mihika: “Aku tadi kan sudah mengunci pintunya !”,
ahok:“Iyaaa, memang”
sambil berjalan perlahan mendekati Mihika, Mihika pun mundur ke belakang
mihika: "Minggir ! Aku harus pulang !”
Ashok tetap berjalan ke arah Mihika dan mencoba untuk memeluknya namun Mihika segera menghindar dengan mendorong Ashok hingga Ashok terjatuh dan terduduk di kursi meeting
mihika: “Keluar kamu !”,
ashok: “Ayooolaaah, Mihika ,,, berhentilah bertengkar dengan dirimu sendiri, aku sedang sedih hari ini, aku terjebak dengan Shagun dan sekarang aku harus menikahinya”
mihika: “Apa ?”,
asahok: “Kamu terluka kan mendengarnya ? Kamu tahu aku ini tidak tertarik dengan pernikahan ini, aku ingin menyingkirkan perempuan itu tapi aku harus menikahinya sekarang karena temannya Ishita yang bernama Abhimanyu Raghav mengancamku”
Ashok terus mendekat ke arah Mihika, Mihika pun berjalan mundur ke belakang
ashok:"Kamu tahu kan kalau Shagun sudah mengejar ngejar aku sejak 6 tahun yang lalu, aku tidak bisa menghadapinya tapi aku harus untuk sebuah kontrak dan begitu aku bisa mendapatkan kontrak itu, aku akan menyingkirkan Shagun dari kehidupanku kemudian hanya ada kita berdua, aku dan kamu” Mihika
semakin terpojok oleh Ashok hingga terpojok di dinding
ashok: ”Mihika, cintaku, aku akan membuatmu menjadi ratu hatiku dan kerajaanku”,
mihika: “Jangan sentuh aku, Ashok ! aku akan memotong tanganmu !”
sedangkan Ashok masih terus menatap Mihika dengan tatapan mesumnya
ashok: “Aku mencintaimu, Mihika”, mihika: “Kamu juga mengatakannya pada Shagun”
ashok: “Itu sudah sangat lama, sekarang aku tahu siapa cinta sejatiku”
Mihika langsung mendorong Ashok dengan keras ketika Ashok hendak menciumnya
mihika: “Menjijikkan !”
Mihika bergegas mengenakan baju gantinya dan meninggalkan ruang meeting itu, sedangkan Ashok tersenyum senang
ashok: “Semua perempuan selalu berjuang untuk mendapatkan semuanya”
Mihika segera keluar dari ruang meeting dan tiba tiba dilihatnya Shagun sudah berdiri di sebrangnya sambil berkata
shagun:“Aku melihat semuanya” Mihika:“Aku minta maaf, Shagun ,,, aku”
Shagun:“Ada apa ? Maksudku sampai kapan kamu akan bekerja terus ? Adikku dan calon suamiku telah bekerja sangat keras, jangan buat adikku menunggu lalu dimana Ashok ?”
saat itu Ashok datang begitu mendengar suara Shagun, Shagun langsung memeluknya
ashok: “Aku sedang bekerja tadi, Abhimanyu baru saja memberikan aku sebuah kontrak cukup besar, jadi aku sedang merayakannya dengan minum wine”
Shagun merasa senang mendengarnya
shagun: “Waaah selamat ya, Ashok ! Kamu telah bekerja keras dan Mihika, aku juga mengucapkan terima kasih untuk kerja kerasmu, ayooo sekarang kita pulang, aku yang akan menyetir”
Mihika hanya terdiam melihat Shagun dan Ashok yang nampak mesra didepannya
Sementara itu Raman sedang dalam perjalanan pulang bersama supirnya, Raman memikirkan ucapan Simmi, Raman menutup matanya dan sambil memikirkan sesuatu, Raman teringat pada ucapan Ishita pada Mani, kebahagiaannya untuk Raman, Raman juga teringat bagaimana dia telah menyakiti perasaan Ishita dengan menyebut nama Shagun didepannya, Raman memikirkan kebersamaan Ishita dan Mani yang semata mata demi keselamatan Romi lalu Raman minta supirnya untuk berhenti di pinggir jalan, Raman keluar dari mobilnya lalu mulai berjalan jalan di jalur pedestrian sambil memikirkan tentang Ishita dan kenangan indah mereka berdua
raman:“Apakah Ishita benar benar telah meninggalkan aku ?”
Raman kemudian keluar dari apartemennya menuju ke pelataran parkir sambil berteriak
raman:Ishita “Ishitaaa !!! Ishitaaa ! Ishitaaa !”
ketika Raman sudah sampai di pelataran parkir, Raman melihat Ishita datang ke pelataran parkir bersama Mani dengan mobilnya, Raman kembali terkejut karena lagi lagi dirinya melihat Mani, Raman berusaha mengontrol airmatanya yang hendak keluar dan mulai bertepuk tangan sambil menghampiri Ishita dan Mani,
Mani saat itu sedang memegang tangan Ishita dan memintanya untuk tidak cemas, mereka kaget ketika Raman muncul didepan mereka
raman: “Ayooo lanjutkan, kenapa kalian berhenti ? Aku tadi sedang mencari cari istriku seperti orang yang sinting tapi aku lupa kalau istriku mempunyai teman lama, hubungan persahabatan yang cukup lama itu sangat penting daripada hubungan suami dan istri, bagus juga bukan ?”
Tak lama kemudian sebuah mobil ambulans datang, Raman kaget ketika melihat Romi keluar dari mobil ambulans dan duduk di kursi roda, Raman segera menghampirinya dan bertanya pada Romi
raman: “Apa yang terjadi padamu ? Kamu mabuk lagi dan menciptakan masalah lagi ? Apakah kamu tidak punya rasa malu ?”
Ishita:“Raman, tenanglah, Romi baru saja mengalami kecelakaan”,
raman: “Aku sedang bicara dengannya, bukan denganmu !” sahut ishita: “Aku akan membawa Romi masuk ke dalam”
Raman : “Tidak ! Dia tidak pantas untuk itu”
Raman kemudian meminta perawat dari rumah sakit untuk mengantar Romi ke apartemen nomer 1, kemudian Romi dibawa oleh perawat tersebut masuk ke dalam apartemen, setelah Romi pergi, Raman langsung bertanya ke Mani
raaman: “Mani, bisakah kamu jelaskan padaku bagaimana bisa hubungan persahabatan kalian berdua bisa begitu kuat sehingga Ishita tidak bisa melihat apapun selain kamu, istriku tidak meminta bantuan pada suaminya sendiri tapi sahabatnya malah berada di sini malam ini”
mani: “Lebih baik aq pergi
Ishita memegang tangan Mani
ishita: “Tidak, Mani ,,, jangan pergi”
Raman melihat tangan mereka yang saling berpegangan, Raman semakin cemburu
ishita: “Kenapa kamu akan pergi, Mani ? Kamu telah membantuku cukup banyak, kamu menemukan Romi, kamu membawanya ke rumah sakit, itu sungguh sangat berarti banyak, kamu pasti sangat lelah, ayooo ikut denganku”,
mani:“Tidak, Ishu ,,, ini bukan saat yang tepat”
Mani mencoba menolak permintaan Ishita
ishita: “Jangan merasa tidak enak, ketika suamiku sedang mabuk, kamu datang untuk membantu Romi, ayoo ikutlah denganku, aku akan membuatkan kopi buatmu”
Raman menyela pembicaraan mereka
raman: “Iyaaa, kalian berdua pergilah dan minumlah kopi, tapi kenapa kamu tidak memegang tangannya sebelumnya ? aku tidak akan tinggal diam”
sambil mengangkat ke atas tangan Ishita dan Mani yang masih berpegangan erat “Mani, tetaplah menjadi seorang teman dan jangan masuk ke rumahku, ingat kamu itu hanya temannya tapi aku adalah suaminya, aku akan membunuhmu, kamu tahu itu !”
ishita: “Apakah kamu akan memutuskan dengan siapa aku akan berhubungan ? Kamu telah kehilangan hakmu, Raman ,,, ketika kamu bersikap seperti seekor binatang”
Raman : “Siapa yang telah membuat aku menjadi binatang ?”,
mani:“Tunggu sebentar, kamu ini salah paham, Raman” Mani menyela pembicaraan mereka
raman:“Aku sudah selesai !”,
“Raman, perlakukan Ishita dengan sopan” Mani mulai tidak suka dengan tingkah Raman
manii:“Apakah kamu akan mengajari aku sekarang ?”,
mani:“Tentu saja !”
raman: “Kamu seharusnya tidak bersama istri orang lain dimalam hari”
ishita:“Mani tidak pantas menerima ini”,
raman:“Iyaaa, seseorang yang aku cintai selalu saja menipuku, ini yang terakhir kali, tidak usah ditutup tutupi sekarang, aku bisa mengerti, hal ini pasti akan makan waktu”
Mani semakin heran dengan ucapan Raman
mani:“Raman, kamu salah sangka, aku dan Ishita hanya ,,,”,
ishita:“Sudah, Mani ,,, tidak usah berikan penjelasan apapun padanya, dia tidak mempunyai hak lagi untuk mendapatkan penjelasan dari kita, maaf Raman ,,, kamu telah kehilangan hakmu hari ini”
Raman hanya terdiam
ishita:“Mani, terima kasih, karena kamu telah membantu aku sebagai seorang teman, sekarang pulanglah karena aku akan mengurusi Raman”, mani: “Baiklah, Ishu”
kemudian Mani bergegas pergi dari sana, Ishita juga masuk ke apartemennya, sedangkan Raman merasa kesal
raman: “Mani kamu memang beruntung !”
Mani sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya sambil berfikir tentang Raman dan Ishita
mani:“Kenapa begitu banyak masalah yang terjadi antara Raman dan Ishita ? Ishita pasti akan terluka, mereka berdua sebenarnya saling mencintai satu sama lain tapi kenapa mereka saling menjauhkan diri satu sama lain ? Raman mempunyai banyak masalah tapi Ishita menyukainya, kenapa Ishita tidak mengatakan saja padanya kalau sebenarnya dia mencintai Raman ?”
Mani merasa bingung memikirkan Raman dan Ishita, Mani juga memikirkan ucapan Raman dan berkata
mani:“Mungkin Raman masih mencintai Shagun didalam hatinya, aku dengar kalau mereka saling mencintai satu sama lain dan sekarang Shagun bersama Ashok, jika Ashok bisa menghancurkan hubungan Raman dan Shagun maka Shagun pun juga bisa menciptakan masalah antara Ishu dan Raman”
Mani lalu memikirkan tentang ucapan Ashok ketika Ashok datang ke pesta dirumahnya
asok: “Aku harus membuat Shagun
menjauh dari kehidupanku”
ujar Ashok sambil mabuk
maani: “Aku harus bertemu dengan Ashok !”Keesokan harinya, Mani menemui Ashok dirumah Ashok,
mani: “Tuan Ashok Khana, kamu telah membawa permasalahan pribadimu ke dalam urusan bisnismu, kamu ini seorang pebisnis dan kamu bisa melihat keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan”
Mani lalu meminta Ashok untuk menikahi Shagun
ashok:“Sebelum kamu menanda tangani kontrak kerja sama denganku, aku ingin kamu menikahi Shagun, Ashok” maani: “Karena hal ini akan berimbas dan menyakiti Ishita dan Raman, mereka adalah temanku, kamu telah memainkan sebuah permainan yang melawan Raman dengan menggunakan Sarika dan aku juga telah memainkan sebuah permainan untuk Raman, karena dia memang pantas mendapatkannya"
Ashok terpana mendengar ucapan Mani
mani:"Aku telah melihat bagaimana kamu memperlakukan Shagun, dulu aku tidak peduli, untuk itulah aku diam saja tapi sekarang aku peduli, hentikan permainan ini tuan Ashok Khanna dan menjauhlah dari Ishita, dia orang yang sangat penting dalam hidupku”
Ashok semakin tertegun menatap kearah Mani
mani: ”Aku harap kita bisa mencapai kesepakatan dalam hal ini mengulurkan tangannya,
dengan berat hati akhirnya Ashok menjabat tangan Mani
ashok: Tentu saja !”,
mani: “Baiklah, aku akan menunggu undangan pernikahanmu, buatlah sebuah perayaan pernikahan yang mewah dan megah untuk Shagun”
Ashok tersenyum
ashok:“Iyaa tentu saja, pernikahan kami akan dibuat seperti yang disukai oleh dia dan kamu, tuan Abhi”,
mani: “Aku akan menyiapkan surat suratnya dan kamu bisa menikahi Shagun”
, kemudian Mani berlalu dari sana, Ashok benar benar merasa kesal
ashok: “Raman dan Ishita telah membuat hidupku setres, aku ingin melarikan diri dari pernikahan ini, temannya itu malah mengejarku, aku benar benarmembenci orang ini”
Di rumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla menangis sedih sambil merawat Romi dan menyalahkan Sarika
ayahnya raman: “Apa yang kamu katakan itu, Toshi ?”,
simi: “Ibu, tidak usah berlebihan” ibunya raman: “Mintalah pada pendeta untuk mencarikan seorang gadis untuk Romi segera”,
romi: “Aku mohon, aku tidak ingin menikah”
ibunyya raman: “Aku akan menampar kamu, Romi ,,, apakah ibu bertanya padamu apakah kamu mau menikah atau tidak ?”
dalam hati Simmi juga merasa kesal dan hendak memberikan pelajaran ke Sarika
Simmi akhirnya menemui Sarika dirumahnya, Simmi mulai memarahi
simi: Sarika “Aku tidak akan mengampuni kamu, Sarika ,,, kalau kamu masih saja mengejar ngejar Romi, jauhi Romi !”
Sarika :“Kamu ini benar benar telah buta, kamu selalu saja melindungi Parmeet dan Romi, dokter Ishita telah berbuat sangat banyak buat kamu, kalian semua pantas mendapatkan semua ini, aku melakukan ini untuk Romi karena Parmeet dan tuan Ashok merencanakan sesuatu dengan menggunakan aku dan mendapatkan posisi Raman”
Simmi tertegun mendengar ucapan Sarika
sarikka:“Dokter Ishita dan tuan Abhi yang melakukan ini semua, hanya untuk kakakmu, tuan Raman”
Simmi terkejut dan tak mampu bicara begitu mendengarnya, Simmi benar benar terkejut
Sementara itu Raman sedang bertanya pada Ishita
raman: “Siapa yang memberikan hak padamu agar Romi mau memberikan nama untuk bayinya Sarika ?”, ishita: “Perbaiki dirimu dulu, baru kemudian kamu bisa bicara denganku”
rumah Sarika, Sarika memberitahu Simmi kalau Parmeet telah menipunya dengan bantuan Ashok, Simmi terkulai lemas tidak percaya dan bergegas pergi dari sana sambil menangis, ketika Simmi sedang berada dijalan, Simmi teringat pada ucapan Parmeet yang menyuruhnya agar Romi melarikan diri dari rumah, Simmi juga teringat pada ucapan Ishita dulu kalau Parmeet telah melecehkan dirinya dan juga ucapan Raman yang mengatakan kalau Parmeet telah memanfaatkannya
simi: “Semua yang mereka katakan itu benar, Parmeet telah membuat aku menciptakan sebuah masalah besar, dia telah melibatkan aku dalam rencana jahatnya Ashok”
Simmi menangis
simi:“Tidak ! Parmeet tidak mungkin menipu aku tapi ,,, dia memiliki permusuhan dengan kak Raman dan dia juga bohong padaku, dia ingin Romi keluar dan Sarika membuat sebuah masalah disana”
Simmi: terima kasih, Ishita ,,, kamu telah melakukan semua ini untuk kakakku, aku harus mengatakannya pada kak Raman kalau Ishita telah melakukan semua ini untuknya, aku benar benar tidak menduga kalau posisi kak Raman akan berpengaruh dengan larinya Romi dan Parmeet telah bohong padaku, tidak ! Dia tidak mungkin melakukan hal ini, aku akan menelfonnya sekarang”
Simmi bergegas menelfon Parmeet, Simmi meminta Parmeet untuk mengatakan yang sebenarnya
simi:“Kenapa kamu memberikan saran padaku agar Romi melarikan diri ? Dengan begitu maka Ashok bisa membuat masalah dengan menggunakan Sarika dan menyalahkan kak Raman kan ?”,
parmet: “Tidak, bukan begitu, Simmi ,,, kamu pasti mendengarkan ucapan orang lain kan ?”
simi: “Iyaaa, aku memang sangat lugu yang selalu percaya padamu, katakan padaku yang sebenarnya, bersumpahlah demi Ananya, kamu menerima uang dari Shagun dan sekarang berkerja sama dengan Ashok kan ?”
Parmeet mencoba memperdaya Simmi
parmet: “Aku benar benar tidak berdaya, Simmi ,,, jadi aku bekerja disini, aku tidak tahu kalau Ashok telah merencanakan ini semua, aku hanya ingin membantu Romi,
simi: tidak ,,, kamu sudah berubah sekarang”
Simmi langsung menyela
simi: “Tidak, Parmeet ,,, aku selalu percaya sama kamu tapi jika kak Raman mendapat masalah, maka itu akan menjadi masalah bagi kami semua”,
parmet:“Jika Ashok menyebut namaku, aku akan membuat pelajaran dengannya setelah aku kembali nanti”
simi:“Pulanglah segera !”, “Aku merasa tidak berdaya tanpa kamu disini,
parmet:aku mencintaimu Simmu”
Parmeet merasa lega
parmet: “Untunglah, aku selamat"
sedangkan ditempat Simmi, Simmi masih bimbang
simi:“Parmeet memang tidak selalu benar, tapi Tuhan tidak membuat kepercayaanku hancur, untung saja kak Raman baik baik saja, aku harus meminta maaf padanya untuk Romi dan mengatakan padanya kalau Ashok lah yang membuat semua ini”
Dirumah keluarga Bhalla, ketika Ishita turun dari lantai atas dan Raman mengejarnya dibelakangnya untuk membahas soal Romi, rupanya Shagun datang ke apartemen mereka yang baru dan sudah menanti mereka dibawah untuk bertemu dengan Raman dan Ishita,
Shagun memberitahu mereka tentang pernikahan impiannya dengan Ashok dan Shagun ingin Ruhi ikut turut serta bersamanya dan mendatangi semua pesta pernikahan yang diadakan olehnya, Raman hanya terdiam memperhatikan Shagun, begitu pula Ishita
Simmi menemui Raman di kantornya dan memberitahu Raman tentang semuanya bagaimana Ashok telah merencanakan sesuatu padanya dan mereka semua telah salah
simi:“Kakak, Abhimanyu dan Ishita yang telah menyelamatkan posisimu sebagai kepala dewan pengusaha se - Asia”
Raman terkejut dan tidak percaya
raman:“Ishita ?”
Simmi mengangguk
raman: Kamu tahu, aku telah memarahinya, Simmi ,,, seharusnya kamu mengatakan padaku sebelumnya”
Raman mulai menyadari kalau dirinya telah salah menilai Ishita selama ini,
sedangkan Ashok sendiri sedang minum wine di kantornya
ashok: Aku harus menikahi Shagun untuk bisa mendapatkan kontrak ? Omong kosong apa ini ? Abhimayu memang sudah gila, posisi itu diberikan ke Raman dan Sarika menipuku pada detik terakhir”
Sementara itu Mihika yang masih berada dikantor sedang ngobrol sama Mihir via telfon, setelah selesai menelfon ketika Mihika bangun dan ketika hendak berjalan tiba tiba Mihika bertabrakan dengan temannya dan baju yang dikenakannya pun basah oleh kopi
teman:”Aduuuh, aku minta maaf”, mihika:“Tidak apa apa, aku bisa ganti, kebetulan aku bawa baju lagi”
temà n: “Baiklah, tapi lampu kamar mandi tidak menyala, kamu bisa ganti baju di ruang meeting”
mihika setuju dan pergi ke ruang tamu, begitu Mihika pergi, Ashok tersenyum senang dari balik ruang kerjanya, rupanya Ashok mendengar pembicaraan mereka
Mihika sudah masuk ke ruang meeting dan menguncinya dari dalam, saat itu Ashok mengikutinya dari belakang dan membuka ruang meeting itu dengan kunci yang dimilikinya, perlahan Ashok membuka pintu ruang meeting dan dilihatnya Mihika sudah melepas bajunya hingga kaos dalam Mihika terlihat jelas didepan mata Ashok, Ashok pun tidak berkedip menatap tubuh Mihika yang molek dan menggairahkan, Ashok sangat menikmati pemandangan didepannya ini sambil tersenyum senang,
Mihika sendiri tidak menyadari kalau dibelakangnya sudah ada Ashok yang siap menerkamnya, kemudian Ashok menutup pintu tersebut,
Mihika yang baru saja hendak mengenakan baju gantinya, kaget ketika mendengar suara pintu ditutup, Mihika segera berbalik dan dilihatnya Ashok sudah diberdiri didepan pintu sambil memperhatikan dirinya
mihika: “Aku tadi kan sudah mengunci pintunya !”,
ahok:“Iyaaa, memang”
sambil berjalan perlahan mendekati Mihika, Mihika pun mundur ke belakang
mihika: "Minggir ! Aku harus pulang !”
Ashok tetap berjalan ke arah Mihika dan mencoba untuk memeluknya namun Mihika segera menghindar dengan mendorong Ashok hingga Ashok terjatuh dan terduduk di kursi meeting
mihika: “Keluar kamu !”,
ashok: “Ayooolaaah, Mihika ,,, berhentilah bertengkar dengan dirimu sendiri, aku sedang sedih hari ini, aku terjebak dengan Shagun dan sekarang aku harus menikahinya”
mihika: “Apa ?”,
asahok: “Kamu terluka kan mendengarnya ? Kamu tahu aku ini tidak tertarik dengan pernikahan ini, aku ingin menyingkirkan perempuan itu tapi aku harus menikahinya sekarang karena temannya Ishita yang bernama Abhimanyu Raghav mengancamku”
Ashok terus mendekat ke arah Mihika, Mihika pun berjalan mundur ke belakang
ashok:"Kamu tahu kan kalau Shagun sudah mengejar ngejar aku sejak 6 tahun yang lalu, aku tidak bisa menghadapinya tapi aku harus untuk sebuah kontrak dan begitu aku bisa mendapatkan kontrak itu, aku akan menyingkirkan Shagun dari kehidupanku kemudian hanya ada kita berdua, aku dan kamu” Mihika
semakin terpojok oleh Ashok hingga terpojok di dinding
ashok: ”Mihika, cintaku, aku akan membuatmu menjadi ratu hatiku dan kerajaanku”,
mihika: “Jangan sentuh aku, Ashok ! aku akan memotong tanganmu !”
sedangkan Ashok masih terus menatap Mihika dengan tatapan mesumnya
ashok: “Aku mencintaimu, Mihika”, mihika: “Kamu juga mengatakannya pada Shagun”
ashok: “Itu sudah sangat lama, sekarang aku tahu siapa cinta sejatiku”
Mihika langsung mendorong Ashok dengan keras ketika Ashok hendak menciumnya
mihika: “Menjijikkan !”
Mihika bergegas mengenakan baju gantinya dan meninggalkan ruang meeting itu, sedangkan Ashok tersenyum senang
ashok: “Semua perempuan selalu berjuang untuk mendapatkan semuanya”
Mihika segera keluar dari ruang meeting dan tiba tiba dilihatnya Shagun sudah berdiri di sebrangnya sambil berkata
shagun:“Aku melihat semuanya” Mihika:“Aku minta maaf, Shagun ,,, aku”
Shagun:“Ada apa ? Maksudku sampai kapan kamu akan bekerja terus ? Adikku dan calon suamiku telah bekerja sangat keras, jangan buat adikku menunggu lalu dimana Ashok ?”
saat itu Ashok datang begitu mendengar suara Shagun, Shagun langsung memeluknya
ashok: “Aku sedang bekerja tadi, Abhimanyu baru saja memberikan aku sebuah kontrak cukup besar, jadi aku sedang merayakannya dengan minum wine”
Shagun merasa senang mendengarnya
shagun: “Waaah selamat ya, Ashok ! Kamu telah bekerja keras dan Mihika, aku juga mengucapkan terima kasih untuk kerja kerasmu, ayooo sekarang kita pulang, aku yang akan menyetir”
Mihika hanya terdiam melihat Shagun dan Ashok yang nampak mesra didepannya
Sementara itu Raman sedang dalam perjalanan pulang bersama supirnya, Raman memikirkan ucapan Simmi, Raman menutup matanya dan sambil memikirkan sesuatu, Raman teringat pada ucapan Ishita pada Mani, kebahagiaannya untuk Raman, Raman juga teringat bagaimana dia telah menyakiti perasaan Ishita dengan menyebut nama Shagun didepannya, Raman memikirkan kebersamaan Ishita dan Mani yang semata mata demi keselamatan Romi lalu Raman minta supirnya untuk berhenti di pinggir jalan, Raman keluar dari mobilnya lalu mulai berjalan jalan di jalur pedestrian sambil memikirkan tentang Ishita dan kenangan indah mereka berdua
Posting Komentar